SELAMAT DATANG DI RUANG DEBAT (MOTOGP)

SELAMAT DATANG DI RUANG DEBAT (MOTOGP)

2011/12/19

Bos HRC: Casey Stoner ‘Menerangi’ Honda



MotoGP Lovers Indonesia - Bos Honda Racing Corporation (HRC), Livio Suppo mengatakan bahwa Casey Stoner mempunyai talenta yang fenomenal. Kecepatannya saat beratraksi bersama Tim Repsol Honda tak diragukan menyumbang kekuatan dan mencerahkan image pabrikan yang berasal dari Negeri Sakura tersebut.

Casey Stoner telah mendominasi persaingan di MotoGP pada musim 2011 dengan merebut 10 kemenangan dari 17 balapan yang diselenggarakan. Dari ke-17 seri balap MotoGP 2011, The Aussie hanya kehilangan satu moment untuk berdiri di atas podium, yakni pada saat gagal finish setelah terlibat insiden dengan Valentino Rossi pada putaran Jerez.

Performa Casey selalu dihubung-hubungkan dengan penampilan Valentino Rossi saat membalap di dalam Tim Ducati, karena pada tahun ini merupakan musim pertama keduanya bergbung ke dalam tim yang baru.

Casey Stoner juga kerap dibanding-bandingkan dengan para rival utamanya, yakni Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Meskipun Lorenzo dan Pedrosa cukup lama mengenal tunggangan mereka, pengalaman tersebut tak mampu menjegal dominasi Casey Stoner yang kembali harus beradaptasi menunggangi motor Honda.

Livio Suppo yang pernah menjabat sebagai bos Ducati mengatakan, “Dari awal dia bergabung dengan HRC, dia merupakan pembalap yang sangat cepat. Saya pikir ini memberikan para insinyur banyak motivasi dan juga kontribusi di dalam perusahaan. Saya kira sebagian besar orang-orang di paddock menyadari ini pada tahun 2008 dan 2010 bahwa Casey tak hanya cepat karena ban Bridgestone dan mesin Ducati.

“Sekarang dengan hasil yang kami dapatkan pada tahun ini dan (membandingkannya dengan) Valentino Rossi saat berada di Ducati., sudah jelas tingkat kemampuan yang dimiliki Casey dan saya pikir mustahil untuk tidak menyadari betapa cepat dirinya. Baik Jorge Lorenzo maupun Dani Pedrosa punya pengalaman yang lama terhadap mesin yang mereka pakai dan bagi Casey dan timnya (Honda) semuanya baru.

“Mungkin ia kehilangan poin karena suatu hal. Tetapi poin kosong yang diterimanya di Jerez bukan merupakan kesalahannya, jadi ia melakukan kerja yang bagus. Dia menyelesaikan tugas dengan super, tak membuat kesalahan yang semuanya nampak tak bisa dipercaya.”