KEINGINAN Ducati untuk membawa paket motor sempurna bagi Valentino
Rossi dan Nicky Hayden musim depan sepertinya harus tertunda dulu.
Aturan baru dari otoritas MotoGP yang menyebut pembatasan pembalap yang
berhak melakukan tes, membuat sesi pra musim Ducati menjadi
porak-poranda, tidak sesuai dengan rencana semula.
Walhasil, hanya menggunakan Vale dan Hayden tentu saja
tak efektif. "Kami membutuhkan masukan dari semua pembalap, karena
mereka punya sistem evaluasi dan persepsi yang berbeda. Saya pikir saat
ini Ducati masih mengalami krisis, terutama dalam performa mesin dan
beberapa hal teknis terkait roda depan," sebut Jeremy Burgess, Manajer
sekaligus penasihat teknis Valentino Rossi, di MCN, Selasa (20/12/2011).
Dalam aturan terbaru dari otoritas MotoGP, secara spesifik disebutkan
seluruh pabrikan hanya boleh menggunakan jasa pembalap yang sudah
dikontrak secara permanen dan masuk dalam daftar line up musim 2012
mendatang. Bagi Jerry Burgess, kondisi tersebut membuat konsentrasi
tidak maksimal untuk memaksimalkan rancang bangun mesin dan sasis musim
depan.
Keterbatasan fisik membuat Burgess yakin mesin Desmosedici
tidak akan berkembang maksimal. Padahal satu titik kelemahan utama Rossi
dan Hayden musim lalu tak lain adalah performa mesin yang sangat buruk,
sehingga hasil akhir terbilang negatif.
Sepanjang musim lalu, jika
dirata-rata perseri selisih dengan sang pemegang pole berada di angka
1,542 detik, lalu rata-rata posisi di babak kualifikasi yakni 10.
Sementara rata-rata selisih dengan sang juara seri ada di 30,589 detik
dan rata-rata finis adalah di posisi ke-6. Gambaran di atas dianggap
sebagai satu di antara prestasi terburuk sepanjang sejarah
keikutsertaan Rossifumi di pentas kelas premium.
"Bagi kami, untuk
lebih kompetitif, kami butuh banyak tes dengan para pembalap terbaik
kami. Kami harus membayar kewajiban kepada para suporter Ducati dan kami
sendiri agar tampil lebih atraktif serta kompetitif," kata Burgess.
Rossi sendiri mengakui, performa Desemosedici GP1000 yang digenjotnya
masih jauh dari sempurna. Penyesuaian beberapa piranti yang disesuaikan
dengan aturan baru, membuat Rossi dan Hayden mengalami kesulitan. Hal
ini berbeda dengan kondisi tim Honda dan Yamaha, yang tak mengalami
kesulitan terlalu kompleks.
KEINGINAN Ducati untuk membawa paket motor sempurna bagi Valentino Rossi dan Nicky Hayden musim depan sepertinya harus tertunda dulu. Aturan baru dari otoritas MotoGP yang menyebut pembatasan pembalap yang berhak melakukan tes, membuat sesi pra musim Ducati menjadi porak-poranda, tidak sesuai dengan rencana semula.
Walhasil, hanya menggunakan Vale dan Hayden tentu saja tak efektif. "Kami membutuhkan masukan dari semua pembalap, karena mereka punya sistem evaluasi dan persepsi yang berbeda. Saya pikir saat ini Ducati masih mengalami krisis, terutama dalam performa mesin dan beberapa hal teknis terkait roda depan," sebut Jeremy Burgess, Manajer sekaligus penasihat teknis Valentino Rossi, di MCN, Selasa (20/12/2011).
Dalam aturan terbaru dari otoritas MotoGP, secara spesifik disebutkan seluruh pabrikan hanya boleh menggunakan jasa pembalap yang sudah dikontrak secara permanen dan masuk dalam daftar line up musim 2012 mendatang. Bagi Jerry Burgess, kondisi tersebut membuat konsentrasi tidak maksimal untuk memaksimalkan rancang bangun mesin dan sasis musim depan.
Keterbatasan fisik membuat Burgess yakin mesin Desmosedici tidak akan berkembang maksimal. Padahal satu titik kelemahan utama Rossi dan Hayden musim lalu tak lain adalah performa mesin yang sangat buruk, sehingga hasil akhir terbilang negatif.
Sepanjang musim lalu, jika dirata-rata perseri selisih dengan sang pemegang pole berada di angka 1,542 detik, lalu rata-rata posisi di babak kualifikasi yakni 10. Sementara rata-rata selisih dengan sang juara seri ada di 30,589 detik dan rata-rata finis adalah di posisi ke-6. Gambaran di atas dianggap sebagai satu di antara prestasi terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan Rossifumi di pentas kelas premium.
"Bagi kami, untuk lebih kompetitif, kami butuh banyak tes dengan para pembalap terbaik kami. Kami harus membayar kewajiban kepada para suporter Ducati dan kami sendiri agar tampil lebih atraktif serta kompetitif," kata Burgess.
Rossi sendiri mengakui, performa Desemosedici GP1000 yang digenjotnya masih jauh dari sempurna. Penyesuaian beberapa piranti yang disesuaikan dengan aturan baru, membuat Rossi dan Hayden mengalami kesulitan. Hal ini berbeda dengan kondisi tim Honda dan Yamaha, yang tak mengalami kesulitan terlalu kompleks.