Honda pantas berterima kasih kepada bakat besar yang dimiliki Casey
Stoner. Peran pembalap Australia itu mengangkat performa Honda di tahun
2011 tak bisa dipandang sebelah mata. Stoner yang menunggangi Honda
RC212V mampu menjadi juara dunia, dan sekaligus memudahkan Honda merajai
balap MotoGP.
Opini itu dilontarkan oleh Wilco Zeelenberg, manajer tim Yamaha untuk
Jorge Lorenzo. Ia mendasarkannya kepada pendapat bahwa motor RC212V
yang diusung Honda musim 2011 sebenarnya tidak berbeda jauh dengan yang
menjadi andalan musim sebelumnya.
Kemampuan Stoner-lah yang
lantas membuat HRC menjadi kekuatan dominan pada musim 2011. Ini pun
terindikasi dari capaiannya yang kerapkali melebihi rekan setimnya, Dani
Pedrosa dan Andrea Dovizioso, yang menunggangi motor identik.
"Perubahan besarnya adalah Casey di Honda sudah membawa tim itu ke level
berbeda. Kami tahu Honda sudah bikin lompatan besar pada bulan Agustus
di Brno karena Jorge pun sampai bilang, mayday, mayday dan meminta
Yamaha berbenah," ujar Zeelenberg kepada MCN.
Menilai Yamaha
tunggangan Lorenzo masih cukup kompetitif, plus sesuai dengan filosofi
tim itu, perubahan besar pun tidak dilakukan.
"Motor kami masih
cukup mampu bersaing tapi Honda sudah pasti jadi tangguh musim ini
dengan Casey. Buat saya, saat ini dua pembalap yang menonjol dari
lainnya adalah Casey dan Jorge," simpulnya.
Sementara itu,
keyakinan perbaikan performa juga dilontarkan tim asal Italia, Ducati.
Meski tak menemukan setelan terbaik di 2011, tapi keyakinan bangkit
tahun depan terus dimunculkan.
Diperkuat Rossi, yang hijrah
dari Yamaha, Ducati gagal memenuhi ekspektasi seiring dengan kurang
oke-nya penampilan si Italiano pada musim debutnya. Rossi gagal
memenangi satu balapan pun dalam semusim, untuk kali pertama dalam
kariernya selama 16 tahun berkecimpung di balap motor.
Setali
tiga uang, Hayden pun tidak bisa menyamai penampilan menjanjikannya pada
musim 2010. Walhasil, Rossi dan Hayden pun secara beruntun hanya finis
di posisi tujuh dan delapan klasemen akhir.
Meski demikian,
Hayden yang kini tengah memulihkan diri dari cedera patah pergelangan
tangan menegaskan keyakinan kalau Ducati akan bangkit dan tampil jauh
lebih baik musim depan.
"Sudah menjadi musim berat buatku dan
tim. Terkadang memang seperti itu tapi tidak mudah diterima karena tim
sudah bekerja keras. Ducati sudah berusaha memberiku dan Valentino
kesempatan, tapi kami tidak bisa memaksimalkan," kata Hayden kepada MCN.
"Kami sudah belajar banyak dan dalam beberapa hal kami akan jadi lebih
kuat karenanya, sudah pasti secara mental karena semuanya sudah bekerja
keras. Kami hanya tidak mendapatkan hasil yang tepat tapi musim bisa
saja lebih buruk lagi," lanjutnya.
Honda pantas berterima kasih kepada bakat besar yang dimiliki Casey Stoner. Peran pembalap Australia itu mengangkat performa Honda di tahun 2011 tak bisa dipandang sebelah mata. Stoner yang menunggangi Honda RC212V mampu menjadi juara dunia, dan sekaligus memudahkan Honda merajai balap MotoGP.
Opini itu dilontarkan oleh Wilco Zeelenberg, manajer tim Yamaha untuk Jorge Lorenzo. Ia mendasarkannya kepada pendapat bahwa motor RC212V yang diusung Honda musim 2011 sebenarnya tidak berbeda jauh dengan yang menjadi andalan musim sebelumnya.
Kemampuan Stoner-lah yang lantas membuat HRC menjadi kekuatan dominan pada musim 2011. Ini pun terindikasi dari capaiannya yang kerapkali melebihi rekan setimnya, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso, yang menunggangi motor identik.
"Perubahan besarnya adalah Casey di Honda sudah membawa tim itu ke level berbeda. Kami tahu Honda sudah bikin lompatan besar pada bulan Agustus di Brno karena Jorge pun sampai bilang, mayday, mayday dan meminta Yamaha berbenah," ujar Zeelenberg kepada MCN.
Menilai Yamaha tunggangan Lorenzo masih cukup kompetitif, plus sesuai dengan filosofi tim itu, perubahan besar pun tidak dilakukan.
"Motor kami masih cukup mampu bersaing tapi Honda sudah pasti jadi tangguh musim ini dengan Casey. Buat saya, saat ini dua pembalap yang menonjol dari lainnya adalah Casey dan Jorge," simpulnya.
Sementara itu, keyakinan perbaikan performa juga dilontarkan tim asal Italia, Ducati. Meski tak menemukan setelan terbaik di 2011, tapi keyakinan bangkit tahun depan terus dimunculkan.
Diperkuat Rossi, yang hijrah dari Yamaha, Ducati gagal memenuhi ekspektasi seiring dengan kurang oke-nya penampilan si Italiano pada musim debutnya. Rossi gagal memenangi satu balapan pun dalam semusim, untuk kali pertama dalam kariernya selama 16 tahun berkecimpung di balap motor.
Setali tiga uang, Hayden pun tidak bisa menyamai penampilan menjanjikannya pada musim 2010. Walhasil, Rossi dan Hayden pun secara beruntun hanya finis di posisi tujuh dan delapan klasemen akhir.
Meski demikian, Hayden yang kini tengah memulihkan diri dari cedera patah pergelangan tangan menegaskan keyakinan kalau Ducati akan bangkit dan tampil jauh lebih baik musim depan.
"Sudah menjadi musim berat buatku dan tim. Terkadang memang seperti itu tapi tidak mudah diterima karena tim sudah bekerja keras. Ducati sudah berusaha memberiku dan Valentino kesempatan, tapi kami tidak bisa memaksimalkan," kata Hayden kepada MCN.
"Kami sudah belajar banyak dan dalam beberapa hal kami akan jadi lebih kuat karenanya, sudah pasti secara mental karena semuanya sudah bekerja keras. Kami hanya tidak mendapatkan hasil yang tepat tapi musim bisa saja lebih buruk lagi," lanjutnya.